Apakah Anda Banyak Makan Manis? Bila Iya, Inilah Efeknya Pada Tubuh Satu Jam Kemudian

Inilah yang sering hadir sebagai pelengkap rasa di hampir seluruh makanan dan minuman. Apakah itu? Iya, itulah gula, gula itu sangatlah lekat dengan kehidupan manusia. Bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu, gula memang mampu jadi sebuah suntikan energi yang dapat membuat tubuh yang tadinya lemas bisa menjadi bertenaga kembali.


Akan tetapi, jika anda terlalu banyak mengonsumsi gula, ternyata ini berdampak buruk bagi kesehatan. Dr. Wyne Osborne, seorang ketua ikatan dokter online di Treated.com mengatakan, efek yang dimbul akibat gula terhadap tubuh ternyata tidak semanis rasanya.  ‘’Minuman ataupun makanan yang manis di dalam kemasan terkandung kadar gula yang tinggi.

Baca Juga :
Bahaya Tidur Sesudah Makan
Beberapa Tes Medis Ini Ternyata Lebih Akurat Untuk Mendeteksi Penyakit Jantung

Meskipun hanya dimakan sesekali saja, tapi tetap saja itu bisa menjadikan sistem di dalam tubuh jadi kacau.’’ Tahukan anda bahwa asupan gula harian itu sebenarnya hanya direkomendasikan sebanyak 90 gram saja. Jumlah tadi sudah termasuk dengan jumlah gula yang terdapat pada makanan pokok seperti buah, sayur dan juga nasi.

Dengan begitu, asupan gula yang selayaknya dikonsumsi di dalam bentuk yang lain semisal minuman ataupun cemilan manis hanyalah sekitar 30 gram ataupun 2 sendok makan saja. Oleh karena itu, jika anda telah mengonsumsi satu gelas teh manis dengan 2 sendok makan misalkan, itu tandanya anda perlu untuk menghindari minuman ataupun cemilan manis yanglain jika ingin sistem di dalam tubuh anda berjalan dengan baik dan sempurna.

Untuk gambaran, satu kaleng minuman bersoda mansi sebanyak 30 ml mengandung sekitar 35 gram gula di dalamnya. Di dalam satu botol minuman yang manis dalam kemasan 500 ml terdapat sekitar 40 gram gula. Di dalam satu batang cokelat berukuran sedang terdapat sekitar 30 gram gula. Jika dalam satu hari anda mengonsumsi dua jenis ataupun lebih kudapan manis yang telah disebutkan tadi, itu tandanya tubuh anda sudah kelebihan gula, dan ini dapat dialami tubuh selama satu jam kedepannya:

# 0 – 15 Menit :

Gula yang bercampur dengan bakteri di dalam mulut dan membentuk asam yang dapat mengikis enamel gigi.

# 15 – 30 Menit :

Gula yang melawati lambung dan mencapai usus kecil untuk dipecahkan ke dalam aliran darah. Pankreas kemudian melepaskan insulin untuk berfungsi mengantisipasi masukknya gula dan mencoba untuk mengubahnya jadi sebuah energi. Gula tersebut lalu dikirim kepada sel-sel otoh tubuh anda. Bila berlebihan, maka gula akan dikirimkan ke hati dan disimpan disana sebagai lemak.

Pada sisi yang lain, tubuh itu menafsirkan lonjakan gula yang tinggi sebagai akibat dari stres sehingga keluarlah hormon kortisol dan epinefrin. Hal ini bisa mengakibatkan denyut jantung jadi meningkat, diikuti oleh naiknya tekanan darah, dan akan membuat tubuh mudah untuk berkeringat.

# 30 – 40 Menit :

Kadar gula yang tinggi yang masuk ke dalam tubuh anda juga membuat pelepasan dopamin pada otak jadi tidak seimbang. Padahal, dopamin memiliki peran yang penting di dalam proses berfikir dan juga bisa memotivasi sehingga seseorang itu bisa dengan mudahnya merasa marah dan juga bergairah. Pada tahapan selanjutnya, insulin dan juga horman stres yang ‘’bekerja lembur’’ untuk mengatasi lonjakan gula mengakibatkan turunnya gula darah secara drastis sehingga dapat memicu timbulnya sakit kepala. Sesudah tubuh bekerja ekstra dalam menghadapi gula, yang anda rasakan adalah perasaan lesu sampai dengan mengantuk.

# 45 Menit :

Ketidakstabilan hormon di dalam tubuh bisa diakibatkan oleh konsumsi gula yang berlebihan dan ini pada akhirnya dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh anda, dan membuat tubuh anda kurang bisa menangani infeksi serta lebih mudah untuk sakit. Walaupun semuanya bergantung kepada banyaknya gula yang dimakan serta kemampuan metabolisme tubuh, di dalam beberapa kasus yang pernah ada, sistem kekebalan tubuh bisa jadi terhambat sampai dengan r jam sesudah memakan gula yang berlebihan.

Oleh karena itulah, doketer Osborne juga memberikan saran kepada para orangtua untuk memilki kepedulian yang lebih kepada asupan gula harian, terkhusus pada anak-anak mereka. Hal ini bukan berarti kudapan manis dalam bungkus yang kecil terbilan aman untuk dimakan dan dihabiskan begitu saja. Dengan membaca label bisa jadi salah satu upaya pencegahan kelebihan gula yang kemudian bisa memicu terjadinya obesitas, diabetes, dan juga penyakit gula yang  lainnya.


EmoticonEmoticon